Jaga Stabilitas Harga Saham, Allo Bank (BBHI) Siapkan Rp300 Miliar buat Buyback

GGRM Guyur Dividen Rp1,5 Triliun, Sahamnya Ikut NanjakJP Morgan Akumulasi Rp38 Miliar di GGRM, Kasih Strategi Apa?

Pertumbuhan kredit tersebut mengerek total aset Allo Bank melesat 10 persen secara tahunan mencapai Rp15,571 triliun. Angka ini naik jika dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp14,173 triliun.

Di tengah akselerasi bisnis tersebut, perseroan tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat untuk menjaga kualitas aset.

Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) Gross dan NPL Net tercatat sangat terkendali masing-masing di posisi 1,73 persen dan 0,73 persen, sementara Dana Pihak Ketigabertahan stabil di level Rp5,826 triliun.

“Selama tahun 2026, kami akan mendorong pertumbuhan bisnis dengan meningkatkan pengalaman pengguna melalui inovasi teknologi sehingga nasabah mampu melakukan personalisasi sesuai kebutuhan,” ujar Ari Yanuanto.

Respons Pergerakan Saham BBHI di Bursa

Dalam pelaksanaannya di lantai bursa, transaksi buyback saham BBHI akan ditangani dan ditunjuk melalui satu Anggota Bursa Efek resmi. Manajemen akan mengeksekusi pembelian kembali pada tingkat harga yang dinilai baik dan wajar.

Pengumuman rencana buyback ini direspons positif oleh pelaku pasar modal pada perdagangan Kamis, 3 September 2026. Hingga sesi I pukul 11.45 WIB, harga saham BBHI terpantau menguat 0,56 persen atau naik 5 poin ke level Rp905 per saham.

Saham BBHI mengawali perdagangan dengan dibuka melonjak pada level Rp940 dibanding posisi penutupan sebelumnyadi Rp900 per saham.

Sepanjang sesi pertama, saham emiten bank digital ini bergerak pada rentang Rp900 hingga menyentuh titik tertinggi hariandi Rp990 per saham.

Aktivitas perdagangan saham BBHI mencatatkan volume sebanyak 27,22 juta saham atau setara 272,17 ribu lot. Total nilai transaksi harian yang dibukukan mencapai Rp24,6 miliar dengan rata-rata harga transaksiberada di posisi Rp903 per saham.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.