Masuknya SII Bawa DOOH Garap Ekosistem AI, Intip Target Analis

Jawab BEI, SSPACEJelaskan Koreksi Arus Kas Rp16,52 MiliarSII Jadi Pengendali Baru Era Mediausai Akuisisi 51 Persen, Bagaimana Dampaknya ke Investor?

Namun, analis menyoroti bahwa capaian laba bersih semester I-2026 tersebut sebagian besar disokong oleh keuntungan tidak berulangsetelah pajak sebesar kurang lebih Rp60 miliar yang dibukukan pada kuartal II-2026.

“Kebutuhan pendanaan menjadi kunci utama untuk melakukan penskalaan bisnis di luar operasional media yang ada saat ini.

Dengan estimasi biaya sekitar USD650.000 per MW, proyek PLTS berkapasitas 100 MW saja akan membutuhkan dana sekitar Rp1,1 triliun, atau lebih dari tiga kali lipat dari ekuitas DOOH saat ini,” papar tim analis UOB Kay Hian.

“Oleh karena itu, manajemen mengindikasikan bahwa beberapa opsi pendanaan sedang dipertimbangkan, termasuk pendanaan ekuitas seperti rights issue,” sambung riset mereka.

Kalkulasi Valuasi dan Catatan Risiko Investor

Berdasarkan harga penutupan saham di level Rp358 per lembar per 10 September 2026, saham DOOH ditransaksikan pada rasio Price to Earningstahunan semester I-2026 sebesar 20,5 kali.

Angka ini sejatinya mencatatkan diskon jika dibandingkan dengan rata-rata P/E emiten di dalam ekosistem perusahaannya yang mencapai 89,9 kali.

Meski demikian, analis UOB Kay Hian menegaskan belum memberikan pemeringkatanuntuk saham DOOH.

Hal itu disebabkan angka P/E tahunan saat ini masih terdistorsi oleh keuntungan one-off pada kuartal kedua, serta belum mencerminkan potensi kontribusi pendapatan nyata dari lini bisnis AI yang sedang direncanakan.

UOB Kay Hian menggarisbawahi dua risiko utama yang perlu dicermati investor, yakni risiko eksekusidalam mentransformasi model bisnis dari media ke infrastruktur digital, serta risiko pendanaanuntuk membiayai proyek berskala besar.

Di sisi lain, pengumuman resmi mengenai skema aksi korporasi pendanaan dan kemitraan strategis diperkirakan bakal menjadi katalis utamabagi pergerakan harga saham DOOH ke depan.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.