Emas Makin Bullish, BRMS hingga ANTM Wajib DipantauETF Emas bukan Emas Digital, Lalu Apa yang Sebenarnya Dibeli Investor?
EMAS juga menyebut perjanjian tersebut memuat ketentuan tertentu mengenai transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020. Namun, perseroan menyatakan transaksi tersebut bukan transaksi benturan kepentingan.
Perseroan juga menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan EMAS.
Di sisi lain, manajemen mengharapkan transaksi dapat memberikan nilai tambah melalui peningkatan efisiensi operasional dan pengembangan kegiatan usaha.
Pernyataan tersebut perlu dibaca dalam konteks bahwa transaksi ini merupakan investasi untuk mendukung pengembangan bisnis, bukan pengeluaran yang langsung mencerminkan tambahan pendapatan pada periode berjalan.
Yang Perlu Dipantau Investor
Bagi investor, setelah keterbukaan ini perhatian berikutnya seharusnya bergeser dari nilai transaksi menuju pelaksanaan proyek Pani.
Pertama, investor perlu melihat bagaimana pembangunan fasilitas CIL berjalan dan kapan fasilitas tersebut dapat digunakan. Kedua, seberapa besar kapasitas pengolahan benar-benar dapat ditingkatkan menuju target 12 juta ton bijih per tahun.
Ketiga, apakah tambahan kapasitas tersebut kemudian menghasilkan kenaikan produksi emas sesuai dengan rencana perseroan.
Baru setelah itu manfaat finansialnya dapat terlihat lebih jelas melalui pendapatan, margin, dan laba.
Sebab, transaksi sebesar RMB1,02 miliar memang terlihat besar jika hanya dilihat dari nilai nominalnya. Tetapi bagi investor, ukuran keberhasilannya bukan pada besarnya mesin yang dibeli atau nilai kontraknya.
Ukurannya adalah apakah investasi tersebut mampu mengubah kapasitas pengolahan Pani menjadi tambahan produksi dan arus pendapatan yang nyata.
Untuk saat ini, KJPP telah menyatakan rencana transaksi tersebut wajar berdasarkan analisis kelayakan investasi, dengan IRR di atas WACC dan NPV positif.
EMAS sendiri menyebut pembangunan fasilitas CIL merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan kapasitas pengolahan Pani menjadi 12 juta ton bijih per tahun.
Dengan begitu, cerita terbesar dari keterbukaan EMAS kali ini bukan semata soal RMB1,02 miliar yang keluar untuk membeli mesin. Ceritanya adalah apakah investasi tersebut nantinya mampu membuat Pani menjadi mesin pertumbuhan baru bagi EMAS.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.