Pagu ESDM 2027 Capai Rp27,37 Triliun, Sebanyak 82 Persen Mengalir ke Rakyat

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengarahkan pemanfaatan porsi terbesar anggaran tersebut untuk membiayai belanja program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat.

Bahlil merinci struktur alokasi pagu anggaran belanja kementeriannya usai mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan dan Bappenas.

“Kementerian ESDM memperoleh pagu anggaran sebesar Rp27,37 triliun.

Dari total Rp27,37 triliun ini, kami akan memberikan alokasi untuk program kerakyatan sebesar Rp22,51 triliun atau setara dengan 82 persen,” kata Bahlil di Gedung DPR RI, dikutip Selasa, 1 September 2026.

Bahlil memaparkan bahwa sisa dari alokasi anggaran belanja tersebut dibagi untuk pembangunan infrastruktur strategis publik serta biaya operasional kelembagaan.

Sebesar Rp1,31 triliun atau lima persen dialokasikan untuk pembangunan fisik publik, sementara Rp3,56 triliun atau 13 persen difungsikan bagi belanja operasional dan layanan manajemen internal.

“Kami merinci pembagian per unit eselon I, mulai dari Sekretariat Jenderal Rp537,91 miliar, Inspektorat Jenderal Rp122,46 miliar, hingga Ditjen Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp4,34 triliun.

Di Ditjen Migas ini kita bangun jaringan pipa gas dari Sumatera sampai Jawa dan jargas rumah tangga untuk mengurangi impor LPG,” beber Bahlil.

Dalam struktur anggaran belanja Ditjen Migas, Bahlil menyoroti sejumlah proyek tahun jamakinfrastruktur transmisi gas bumi berskala besar.

Di antaranya adalah pembiayaan proyek Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarangsenilai Rp3,94 triliun, Pipa Transmisi Semarang-Solo-Yogyakarta Rp702,38 miliar, Pipa Cirebon-Bandung Rp577,56 miliar, serta jaringan gas rumah tangga senilai Rp1,21 triliun untuk 959.232 sambungan.

“Memang kalau angka-angka rupiah banyak itu saya pusing. Tapi proyek pipa transmisi dan jargas ini krusial untuk menekan beban impor LPG nasional kita,” gurau Bahlil di hadapan anggota DPR.

Selain infrastruktur energi fosil dan gas, alokasi besar juga disalurkan melalui Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energisebesar Rp1,81 triliun serta Ditjen Ketenagelistrikan sebesar Rp4,44 triliun.

Program strategis EBTKE mencakup belanja kompor listrik senilai Rp815,56 miliar, konversi motor listrik 63.000 unit senilai Rp635,24 miliar, dan pembangunan 3 unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidrosebesar Rp58,58 miliar.

“Di sektor pertanian kita siapkan paket converter kit untuk petani sebanyak 14.000 paket senilai Rp158,50 miliar agar biaya operasional petani berkurang,” imbuhnya.

Guna menunjang pemetaan geologi dan eksplorasi mineral kelautan, Badan Geologi Kementerian ESDM juga dialokasikan anggaran Rp774,83 miliar, termasuk pembangunan kapal geomarine senilai Rp130,46 miliar.

Sementara unit eselon I lainnya seperti Ditjen Mineral dan Batubara dialokasikan Rp702,53 miliar, Ditjen Penegakan Hukum Rp89,38 miliar, BPSDM ESDM Rp874,90 miliar, BPH Migas Rp74,43 miliar, serta Sekretariat DEN Rp81,47 miliar.

“Alokasi pagu Rp27,37 triliun ini difokuskan penuh untuk mendorong kemandirian energi dan memastikan manfaat APBN dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” ungkapnya.

Pemerintah Alokasikan APBN untuk Biayai Studi Eksplorasi Migas

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM melakukan terobosan baru dengan mengalokasikan pendanaan langsung dari APBN untuk membiayai studi eksplorasi minyak dan gas bumi nasional.

Kebijakan revolusioner di masa kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ini sengaja diambil untuk mempercepat penemuan blok-blok migas baru tanpa harus bergantung penuh pada inisiatif badan usaha swasta.

Langkah berani ini dibarengi dengan perombakan total skema bagi hasil atau split kontrak bagi investor hulu migas agar jauh lebih atraktif dan fleksibel dalam menanggung risiko lapangan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman membeberkan bahwa jika sebelumnya bagi hasil dipatok kaku sebesar 85 berbanding 15 untuk minyak dan 70 berbanding 30 untuk gas, kini bagian untuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS bisa melonjak drastis hingga mencapai 40 persen sampai 50 persen.

“Salah satu yang penting juga adalah Pemerintah sekarang juga menganggarkan dari APBN alokasi untuk studi eksplorasi. Kalau dulu, ini hanya Badan Usaha yang melakukan.

Tapi di masanya Bapak Menteri Pak Bahlil ini, bukan hanya Badan Usaha, tapi Pemerintah menginisiasi. Dan ada tambahan blok-blok baru banyak dari proses pendanaan negara ini,” jelas Laode dalam forum energi, dikutip Selasa, 30 Juni 2026.

Selain mengandalkan pendanaan negara untuk berburu cadangan baru, Ditjen Migas memacu produksi jangka pendek melalui reaktivasi sumur-sumur minyak yang tidak aktif atau idle di seluruh Indonesia.

Pemerintah mencatat sebanyak 792 sumur idle telah sukses dihidupkan kembali pada tahun 2025 dari total database yang mencapai 7.345 sumur.

Saat ini, pemerintah membuka karpet merah bagi investor untuk menggarap 5.771 sumur sisa lainnya secara cepat.

Akselerasi peningkatan produksi pada lapangan eksisting juga digenjot menggunakan kombinasi teknologi non-konvensional seperti fracking, Enhanced Oil Recovery atau EOR, dan horizontal drilling guna menyedot sisa hidrokarbon secara optimal demi menutup celah konsumsi domestik.

Kementerian ESDM optimistis target produksi nasional akan tercapai berkat dukungan data dari 118 area blok migas potensial yang sedang dikembangkan.

Terlebih, Indonesia telah mengantongi temuan cadangan gas raksasa yang masif di lapangan, seperti di area blok Geliga dan blok Gula.

“Potensi ini terbukti lewat temuan cadangan yang masif di lapangan, seperti di area blok Geliga dan blok Gula yang mencatatkan potensi hingga 7 TCF,” kata Laode.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.