AMMN Rajai Top Value Rp1,22 Triliun di Tengah Hantaman Net Sell Asing Rp200,79 MiliarAMMN Paling Dilirik Pekan ini, BUMI dan BBCA Banyak Dilepas
Performa lebih kuat terlihat dalam jangka menengah tiga bulan, di mana saham AMMN mencatatkan kenaikan sebesar 22,77 persen dengan kisaran harga terendah Rp3.070 dan tertinggi Rp5.275.
Untuk rentang enam bulan terakhir, saham perseroan bergerak naik tipis sebesar 1,30 persen di mana harga saham bergerak pada rentang Rp2.710 sampai Rp5.875.
Meski menguat dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, kinerja saham AMMN masih tertekan jika ditinjau dari akumulasi tahunan maupun jangka panjang.
Kinerja Year to Datemenunjukkan koreksi sebesar 27,00 persen, dengan titik harga bergerak dari terendah Rp2.710 hingga level tertinggi Rp8.450.
Koreksi juga terlihat pada kinerja satu tahun terakhir yang merosot sebesar 38,89 persen, di mana saham AMMN pernah menyentuh level tertinggi Rp8.500 dan level terendah Rp2.710.
Sementara itu, dalam jangka panjang tiga tahun terakhir, harga saham AMMN tercatat terdepresiasi sebesar 11,09 persen.
Sepanjang rentang tiga tahun tersebut, perseroan mencatatkan harga terendah pada level Rp2.710 dan harga tertinggi yang pernah dicapai sebesar Rp15.000 per saham.
Proyeksi Analis
Per 21 September 2026, mayoritas analis di Stockbit memberikan konsensus buy untuk saham. Sebanyak 15 dari total 16 analis yang melakukan penilaian terhadap emiten tambang tembaga dan emas ini menyarankan aksi beli.
Sementara itu, satu analis memberikan rekomendasi hold dan tidak ada analis yang memberikan rekomendasi sell.
Konsensus analis menetapkan rata-rata target harga saham AMMN berada pada level Rp6.829 per lembar. Angka ini memiliki potensi kenaikan dari harga saham di sesi I hari ini yang berada di posisi Rp4.690.
Dalam pemetaan estimasi target harga, nilai perkiraan tertinggi dari analis mencapai Rp9.000 per saham. Di sisi lain, nilai perkiraan terendah  yang diproyeksikan berada di tingkat Rp5.600 per saham.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.