Perushaan Artificial Intelligencemenjadi beban pelemahan karena kekhawatiran tentang lambatnya pengembangan kecerdasan buatan.
Mengutip Reuters, Indeks S&P 500 menyusut 0,48 persen dan mengakhiri sesi perdagangan di 7.619,94. Nasdaq turun 0,56 persen ke level 26.186,41, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,29 persen menjadi 52.421,17.
Saham-saham yang terkait dengan AI anjlok di seluruh dunia setelah para pemimpin Anthropic, OpenAI, dan xAI memperingatkan risiko dari perkembangan yang pesat.
Sebuah ancaman paling nyata saat ini terhadap miliaran dolar yang digelontorkan ke industri yang telah mendorong pasar ke level tertinggi sepanjang masa.
Saham Nvidia mengalami penurunan sebesar 3,4 persen, sementara saham Micron Technology turun lebih dari lima persen.
Adapun saham Broadcom dan Advanced Micro Devices masing-masing turun lebih dari empat persen, sedangkan Indeks chip PHLX, anjlok hingga 5,9 persen.
Di sisi lain, investor juga merasa cemas setelah imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun acuan sempat melampaui lima persen untuk pertama kalinya sejak 2023 menjelang pertemuan The Fed minggu ini.
Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga.
Inflasi tinggi, pinjaman korporasi dan pemerintah yang besar, serta kekhawatiran tentang arah fiskal AS jangka panjang telah mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS naik dalam sebulan terakhir.
Angka lima persen yang dicapai imbal hasil obligasi 10 tahun pada hari Senin merupakan ambang batas yang menurut para analis dapat berdampak luas pada perekonomian AS dan mengancam pasar saham yang sedang bullish dengan mengurangi daya tarik relatif saham AS.
“Kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahun di atas lima persen adalah hal yang besar dan sangat berarti, dan ini dapat menekan The Fed untuk melakukan lebih dari sekadar satu kenaikan suku bunga,” kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management.
Harga Minyak Dunia Melonjak Satu Persen
Di tengah melemahnya Wall Street, Harga minyak mentah dunia ditutup sebesar satu persen pada perdagangan Senin, 14 September 2026.
Kondisi ini terjadi karena meningkatnya kekhawatiran pasokan energi menyusul serangan terhadap infrastruktur di Arab Saudi dan serangan ke kapal-kapal di Timur Tengah.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka naik 1,0 persen ke level USD105,68 per barel. Sementara minyak mentah West Texas IntermediateAS ikut terkerek menjadi USD101,39 atau naik 1,3 persen.
Perlu diketahui, kedua patokan harga minyak mentah itu sempat melonjak hampir lima persen.
Namun perlahan menurun dari level tertinggi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan dengan Washington.
Reuters melaporkan, kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran melancarkan serangan baru terhadap Arab Saudi.
Sedangman negara-negara Teluk Arab menunda pembicaraan dengan Iran, yang menggarisbawahi kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah dapat menyebar lebih luas dan mengancam pasokan minyak global.
Kelompok Houthi mengatakan mereka menembakkan puluhan rudal dan drone ke pangkalan udara militer di Khamis Mushait di selatan Arab Saudi, menargetkan hanggar pesawat, sistem radar, landasan pacu, dan gudang amunisi sebagai balasan atas serangan udara Saudi di Yaman.
Kelompok Houthi telah maju dengan cepat di Yaman dalam beberapa hari terakhir, merebut wilayah termasuk Pulau Perim di muara Laut Merah pada hari Jumat.
Serangan terpisah pada hari yang sama, melumpuhkan pipa minyak timur-barat Arab Saudi, yang memungkinkan ekspor minyak Teluk untuk melewati Selat Hormuz yang diblokade.
Serangan terhadap pipa tersebut mengancam hingga empat persen pasokan minyak global.
Data pelacakan kapal pendahuluan yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa jumlah kapal yang melintas melalui Selat Hormuz turun menjadi angka satu digit per hari pada akhir pekan, jauh di bawah rata-rata 10 hari yang sebesar 14.
Sebelum AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz.
Dengan tidak beroperasinya jalur pipa timur-barat Arab Saudi, pelabuhan Yanbu di Laut Merah harus memanfaatkan kapasitas penyimpanan, yang diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan ekspor selama lima hingga tujuh hari, menurut tiga sumber industri.
Rusia – Ukraina Damai?
Trump juga mengatakan Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak saling menyerang target energi masing-masing. Pekan lalu, serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia membantu mendorong harga rata-rata solar AS ke rekor tertinggi.
Kesepakatan mengakhiri perang Rusia-Ukraina dapat memungkinkan Rusia mengekspor lebih banyak energi.
Rusia, anggota OPEC+, adalah produsen minyak mentah terbesar ketiga di dunia setelah AS dan Arab Saudi pada tahun 2025, menurut data energi AS.
Faktor lain yang menekan harga minyak adalah spekulasi investor bahwa para pembuat kebijakan Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga acuan mereka seperempat poin persentase, menjadi kisaran 3,75 persen – 4,00persen dan memberi sinyal pengetatan lebih lanjut di masa mendatang.
Ketua The Fed, Kevin Warsh tidak suka memberikan arahan tentang suku bunga, tetapi investor memperkirakan kenaikan suku bunga karena inflasi yang tinggi, harga minyak di atas USD100 per barel, dan penekanan pada perlunya menjaga stabilitas harga serta memperhatikan sinyal dari penetapan harga pasar keuangan.
Tingkat suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman konsumen dan dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi serta permintaan energi.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.