Saham BMRI Dihantam Net Sell di Tengah Pemblokiran Rekening Aktivis Pati

Saham BMRI Jeblok, Polemik Pemblokiran Rekening Mandiri Makin MemanasXL Kuasai Transaksi Rp5,3 Triliun Per Kemarin, Incar Saham Bank dan Telekomunikasi

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics, Mohammad Faisal menilai, langkah pemblokiran rekening oleh Bank Mandiri dapat membawa risiko yang perlu segera diantisipasi.

Menurutnya tindakan ini karena  menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap bank, khususnya bank milik negara. Faisal menyatakan, industri perbankan pada dasarnya bertumpu pada kepercayaan nasabah.

Ia menjelaskan, ketika nasabah mulai merasa tidak aman menyimpan dananya di bank akibat adanya tindakan pemblokiran yang dinilai tidak transparan, dampaknya dapat menjalar ke kinerja bank.

“Ini kaitannya dengan trustdan bisnis perbankan itu adalah bisnis trust.

Ia mengatakan, persoalan yang membawa nama salah satu anggota Himpunan Bank Milik Negaraini perlu mendapat perhatian karena hilangnya kepercayaan nasabah dapat memicu respons yang lebih luas.

Salah satu risiko yang harus dihindari adalah rush atau penarikan dana secara serentak oleh nasabah.

“Kalau kemudian pelanggan atau nasabah bank sudah merasa tidak aman untuk menaruh uangnya di bank, tentu saja ini akan membuat pengaruh terhadap kinerja bank tersebut.

Kepercayaan terhadap bank dan juga kinerja terhadap bank, apalagi kalau terjadi rush,” sebutnya.

Faisal menilai, potensi tersebut bukan sekadar persoalan reputasi bagi satu bank. Apabila persepsi ketidakamanan berkembang dan menyebar ke masyarakat, dampaknya dapat merembet pada stabilitas sistem keuangan secara lebih luas.

“Ini yang kita tidak inginkan karena akan mengganggu stabilitas di sektor keuangan jadinya,” katanya.

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.

Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.

Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.