Dua Emiten Kesehatan ini Meledak Imbas Abu Gunung Anak Krakatau
Dalam basis TTM, SOHO mencatat pendapatan sekitar Rp10,97 triliun, laba kotor Rp2,02 triliun, EBITDA Rp932 miliar, dan laba bersih Rp683 miliar.
Kinerja kuartal II 2026 juga masih tumbuh. Laba bersih mencapai sekitar Rp183 miliar, naik 16,52 persen dibandingkan Rp157 miliar pada kuartal II 2025.
Pendapatan tumbuh 9,16 persen, sementara laba kotor meningkat 31,21 persen.
Pertumbuhan laba kotor yang lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan menunjukkan adanya perbaikan margin. Pada kuartal terakhir, gross margin tercatat 19,78 persen, operating margin 8,38 persen, dan net profit margin 6,71 persen.
Dari sisi profitabilitas, ROA SOHO berada di 12,21 persen, ROE 27,82 persen, ROCE 30,36 persen, dan ROIC 25,43 persen.
Piotroski F-Score tercatat 8, menunjukkan sejumlah indikator fundamental dan keuangan berada dalam kondisi positif berdasarkan metodologi tersebut.
Kondisi neraca juga relatif kuat. Data menunjukkan kas sekitar Rp721 miliar, total aset Rp5,59 triliun, liabilitas Rp3,14 triliun, dan ekuitas Rp2,46 triliun.
Total debt pada data tersebut tercatat nol, sehingga posisi net debt berada di minus Rp721 miliar atau net cash.
Arus kas juga mendukung laba. Cash flow dari operasi mencapai Rp940 miliar, sedangkan free cash flow sebesar Rp905 miliar dengan belanja modal sekitar Rp35 miliar.
Sebagai pembanding, MEDS dalam data yang sama masih mencatat rugi TTM sekitar Rp4 miliar, CFO negatif sekitar Rp1 miliar, dan FCF negatif sekitar Rp1 miliar.
Dengan demikian, kualitas fundamental SOHO memang lebih kuat, meskipun karakter kenaikan harga keduanya berbeda.
Valuasi Menjadi Catatan
Fundamental yang kuat tidak otomatis membuat saham SOHO murah. Pada harga Rp1.505, SOHO memiliki PE TTM 27,97 kali, P/S 1,74 kali, P/B 7,78 kali, price to cash flow 20,33 kali, dan price to free cash flow 21,11 kali.
P/B 7,78 kali berarti harga pasar berada hampir delapan kali nilai bukunya yang sekitar Rp193,40 per saham. Artinya, pasar telah memberikan premi cukup besar terhadap aset bersih dan kemampuan menghasilkan laba perusahaan.
Di sisi lain, PEG tercatat 0,75. Angka tersebut memberikan perspektif bahwa valuasi terhadap pertumbuhan laba belum sepenuhnya terlepas dari pertumbuhan kinerja.
Namun, PEG tetap perlu dibaca bersama rasio PE dan keberlanjutan pertumbuhan laba.
SOHO juga memiliki dividend yield sekitar 4,85 persen, dengan dividen TTM Rp72,60 per saham. Meski demikian, payout ratio 123,54 persen perlu diperhatikan karena berada di atas 100 persen.
Kenaikan Hari ini Belum Mengubah Fundamental
Jika melihat performa harga, SOHO naik 24,90 persen dalam sehari, 25,94mpersen dalam sepekan, dan 32,02 persen dalam tiga bulan.
Namun, dalam enam bulan saham masih turun 35,41 persen, sedangkan secara satu tahun masih mencatat kenaikan 98,03 persen.
Artinya, lonjakan hari ini terjadi setelah periode koreksi yang cukup panjang.
Dengan kombinasi fundamental yang solid, sentimen sektor kesehatan, free float 9,02%, dan nilai transaksi yang relatif kecil, kenaikan SOHO lebih tepat dibaca sebagai pertemuan antara faktor fundamental dan dinamika supply-demand jangka pendek.
Fundamental memberikan dasar bagi valuasi perusahaan, tetapi kenaikan 24,90 persen dalam satu sesi belum dapat sepenuhnya dianggap sebagai revaluasi berbasis fundamental.
Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah volume perdagangan meningkat dan harga mampu mempertahankan level tinggi setelah sentimen erupsi mulai mereda.
Disclaimer
Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi.
Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu.
Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.